Sabtu, 25 Maret 2017

Jurnal Komputasi Modern: Komputasi Awan Pada Aplikasi Grid Pintar

Abstraki:

Smart grid ataupun grid pintar merujuk pada modernisasi sistem manajemen tenaga listrik akibatnya bisa memantau, melindungi serta dengan cara spontan memaksimalkan operasi antar bagian interkoneksinya, mulai dari sentral serta penyaluran generator dengan jaringan pengiriman tekanan tinggi serta jaringan sistem penyaluran, ke klien industri serta sistem automasi konstruksi, ke instalasi penyimpanan tenaga serta ke klien pengguna terakhir, alat transportasi listrik, perlengkapan serta perkakas rumah tangga lainnya. Sistem manajemen grid, tenaga masa depan yang banyak diciptakan negara maju kali ini umum dikenal grid pintar. Manajemen tenaga dalam grid pintar ini memakai teori pencampuran sebagian generator serta sekawanan pemakai dalam area khusus ataupun dalam grid khusus. Generator adalah variabel pangkal menjadi pemberi masukan tenaga sebaliknya pemakai adalah variabel akhir grid menjadi pengguna tenaga. Pencampuran variabel-variabel itu dalam satu buah zona jaringan akan memberi manajemen ukuran yang maksimal bila bisa disupport dengan cloud computing. Dengan grid pintar didesain memiliki dua haluan ialah haluan listrik serta haluan informasi, cloud computing disini didesain buat meliputi seluruh haluan informasi dari generator sampai klien. Kegiatan dasar yang dijalani ialah kegiatan monitoring serta kegiatan pengawasan yang bermaksud buat kesetimbangan grid. Monitoring berujuan buat menggali data pada generator serta klien akibatnya bisa menolong pengumpulan ketentuan pada smart system didalam grid. Kegiatan pengendalian bermaksud buat melindungi pengasupan tenaga yang setimbang dari multiple power plant menuju titik-titik prioritas pemakaian tenaga oleh multiple end user didalam grid.

Analisis:

Menerapkan komputasi awan dalam smart grid ialah dengan menginterkoneksikan elemen-elemen smart grid ke dalam satu jaringan komputasi. Tiap elemen itu seterusnya berkorelasi dengan saling memberi informasi tentang setiap titik observasi baik itu observasi dalam sistem pembangkitan listrik, penyaluran, pengiriman ataupun pembebanan di klien. Dengan komputasi awan sehingga sistem smart grid ini tentu ditambahkan sebagian sentral data (data center) dengan uraian berikut:

1. Panel observasi
Panel ini terdapat di dekat subjek yang ditinjau serta bekerja buat menemukan informasi perihal subjek yang ditinjau. Informasi perolehan observasi esoknya tentu dikirimkan ke sentral data. Pada smart grid tanpa komputasi pangkal panel ini tidak cuma mencermati pula berperan menjadi penabung data akan tetapi dengan komputasi awan sehingga guna penyimpanan data pada panel pengematan cuma berkarakter pilhan (optional).

2. Panel operasi
Panel ini bekerja buat melaksanakan operasi langsung kelistrikan semisal menyambung, memutuskan, menentukan kapasitas tekanan, serta serupanya. Dengan komputasi awan panel ini selalu akan melaksanakan gunanya serupa sedia saat akan tetapi akan data yang sedianya disajikan oleh panel observasi akan digantikan oleh data yang terletak pada sentral data.

3. Sentral data
Sentral data didalamnya terdapat satu buah ataupun sebagian server komputer yang berintegrasi serta tersambung dengan klien-klien. Ada 2 kewajiban mana dari server ini ialah mengadakan layanan serta menjadi data storage. Layanan yang disajikan oleh server akan mengatasi bermacam prosedur yang pada mulanya dijalani oleh panel-panel, alhasil dengan layanan yang disajikan oleh server sehingga akan mengecilkan bobot investasi pada panel-panel serta tiap panel akan menemukan layanan yang diperlukan cocok dengan yang diperlukannya.

4. Antar muka observasi serta pengawasan
Dengan terdapatnya server komputer yang mengadakan layanan serta data storange sehingga bisa dihasilkan sesuatu antar muka menjadi media observasi ataupun pengawasan dengan menjalankan penggarapan data yang banyak pada server serta diperlihatkan sesuai dengan yang diperlukan. Umumnya antar muka yang dipakai ialah berplatform web. Secara keutuhan, empat panel ini akan meliputi tujuh domain dengan penghitungan sendiri-sendiri.

Kesimpulan:

Kesimpulan yang didapat dalam catatan ini ialah kalau cloud computing bisa diterapkan buat menunjang smart grid dengan rancangan empat panel atau data center ialah: panel observasi, panel operasi, sentral data serta antar muka observasi serta pengawasan. Dengan rancangan itu, cloud computing bisa memberi layanan terhadap tujuh domain smart grid ialah: customers, markets, service providers, operations, bulk generation, transmission, serta distribution.

Daftar Pustaka:

[1] V.K. Sood, D. Fischer, J.M. Eklund, T. Brown. Developing a Communication Infrastructure
[2] Sonoma Innovation, 2009. Smart Grid Communications Architectural Framework. Smart Grid Interoperability Standards. IP Protocol & Wireless/AMI.
[3] Nick Antonopoulos, Lee Gillam, 2010, Cloud Computing: Principles, Systems and Applications. Springer London Dordrecht New York Heidelberg
[4] Borko Furht, Armando Scalante, 2010. Handbook of Cloud Computing. Springer New York Dordrecht Heidelberg London.
[5] Don Von Dollen, 2009. Report to NIST on the Smart Grid Interoperability. Electric Power Research Institute.